Senin, 02 Januari 2012

Materi 6 : penggunaan sistem pemantau jaringan

penggunaan sistem pemantau jaringan


Keamanan Jaringan / Network Security memiliki definisi tentang keamanan jaringan dan perangkat keras yang bersangkutan . Perangkat keras seperti komputer , server dan perangkat jaringan merupakan satu kesatuan komponen yang bekerja sama untuk menciptakan hubungan dan saling terkoneksi untuk kebutuhan komunikasi data. Di salah satu sisi sejak berkembangnya teknologi internet yang menyebabkan kebutuhan untuk berhubungan dengan dunia luar untuk proses pertukaran data dengan menggunakan teknologi internet semakin menjadi kebutuhan utama dikarenakan proses tersebut mendukung kegiatan operasional dan mempercepat proses transaksi di perusahaan . Untuk itu diperlukan adanya infrastruktur perangkat jaringan yang memadai dan juga melakukan proses monitoring terhadap kegiatan transaksi pertukaran data tersebut dengan dunia luar ( Internet ).
Sistem pemantau jaringan (network monitoring) dapat digunakan untuk mengetahui adanya lubang keamaman. Misalnya apabila sebuah server yang semestinya hanya dapat diakses oleh orang dari dalam, akan tetapi dari pemantau jaringan dapat terlihat bahwa ada yang mencoba mengakses melalui tempat lain. Selain itu dengan pemantau jaringan dapat juga dilihat usaha-usaha untuk melumpuhkan sistem dengan melalui denial of service attack (DoS/DoSA).
Nama lain dari sistem ini adalah “intruder detection system” (IDS). Dengan sistem ini maka dapat memberitahu administrator melalui e-mail maupun melalui mekanisme lain seperti melalui pager.

Materi 5 : Keamanan Infrastruktur Jaringan

Keamanan Infrastruktur Jaringan

Salah satu pusat perhatian dalam keamanan jaringan adalah mengendalikan access terhadap resources jaringan. Bukan saja sekedar mengontrol siapa saja yang boleh mengakses resources jaringan yang mana, pengontrolan akses ini juga harus memanage bagaimana si subject ( user, program, file, computer dan lainnya ) berinteraksi dengan object-object ( bisa berupa sebuah file, database, computer, dll atau lebih tepatnya infrastruktur jaringan kita ).
Prinsip Keamanan Jaringan
Sebelum memahami berbagai macam ancaman keamanan jaringan, anda perlu memahami prinsip Keamanan Itu sendiri.
1.      Kerahasiaan (confidentiality), dimana object tidak di umbar atau di bocorkan kepada subject yang tidak seharusnya berhak terhadap object tersebut, atau lazim disebut tidak authorize.
2.      Integritas (Integrity), bahwa object tetap orisinil, tidak di ragukan keasliannya, tidak di modifikasi dalam perjalanan nya dari sumber menuju penerimanya.
3.      Ketersediaan (Availability), dimana user yang mempunyai hak akses atau authorized users di beri Akses Tepat Waktu Dan Tidak Terkendala apapun.
Memahami Keamanan Infrastruktur Jaringan Dalam Organisasi Anda
Suatu infrastruktur jaringan terdiri dari perpaduan banyak technology dan system. Sebagai administrator jaringan anda harus mampu dalam menguasai technology-technology yang terkait agar nantinya infrastruktur jaringan anda bisa di pelihara dengan mudah, di support dengan baik dan memudahkan dalam troubleshooting jika terjadi suatu masalah baik itu berupa masalah kecil sampai ke system jaringan anda secara global.
Suatu infrastruktur jaringan adalah sekumpulan komponen-komponen  fisikal dan logical yang memberikan pondasi konektifitas, keamanan, routing, manajemen, access, dan berbagai macam fitur integral jaringan. Misalkan jika jaringan kita terhubung Internet maka kita akan lebih banyak memakai protocol TCP/IP suite yang merupakan protocol paling banyak di pakai pada jaringan.
Infrastruktur Fisik
Suatu infrastruktur fisik, sesuai dengan namanya – fisik, maka akan banyak berhubungan dengan komponen fisik suatu jaringan (tentunya sesuai dengan design jaringan yang anda buat) seperti :
·         Yang berhubungan dengan masalah perkabelan jaringan, yaitu kabel jaringan yang sesuai dengan topology jaringan yang anda pakai. Misal jika dalam jaringan anda memakai backbone Gigabit Ethernet maka sudah seharusnya anda memakai kabel CAT5e yang bisa mendukung speed Gigabit.
·         Semua piranti jaringan seperti :
·         Router yang memungkinkan komunikasi antar jaringan local yang berbeda segmen.
·         Switches, bridges yang memungkinkan hosts terhubung ke jaringan.
·         Servers yang meliputi seperti server data file, Exchange server, DHCP server untuk layanan IP address, DNS server dan lain-lain dan juga hosts .
·         Infrastruktur fisik bisa termasuk di dalamnya technology Ethernet dan standard wireless 802.11a/b/g/n, jaringan telpon umum (PSTN), Asynchronous Transfer Mode (ATM) dan semua metoda komunikasi dan jaringan fisiknya.
Infrastruktur Logical
Infrastrucktur logical dari suatu jaringan komputer bisa merupakan komposisi dari banyak elemen-elemen software yang menghubungkan, memanage dan mengamankan hosts pada jaringan. Infrastruktur logical ini memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer melewati jaringan fisik yang sesuai dengan topology jaringan. Sebagai contoh dari infrastruktur logical ini adalah komponen-komponen seperti :
·         Domain Name System (DNS), yang merupakan system untuk memberikan resolusi name dari permintaan resolusi name dari clients.
·         Directory services, yang merupakan layanan directory untuk meng-authentikasi dan authorisasi user untuk masuk dan menggunakan resources jaringan.
·         Protocol-protocol jaringan seperti protocol TCP/IP, protocol jaringan yang sangat popular dan paling banyak di pakai sebagai protocol jaringan dari berbagai platform jaringan baik berplatform windows, Linux, Unix dan lainnya.
·         System keamanan jaringan seperti :
·         Jika anda memakai jaringan Windows server, anda mestinya sudah melengkapi dengan system update patch yang dideploy secara automatis kepada semua host dalam jaringan anda seperti WSUS (Windows System Update Services)
·         System keamanan terhadap virus, kalau untuk kepentingan jaringan yang besar anda sudah seharusnya membangun suatu system antivirus corporate edition dimana semua clients akan terhubung ke server ini untuk download signature datanya secara automatis.
·         System keamanan terhadap segala macam ancaman terhadap jaringan anda yang juga terkait dengan infrastruktur fisik anda seperti firewall, pemakaian IPSec pada koneksi remote VPN dan lainnya.
·         Segala macam policy dan guidelines dari corporate tentang pemakaian resource jaringan juga tidak kalah pentingnya. Misal policy tentang pemakaian email dalam company yang tidak (mengurangi) untuk pemakaian pribadi seperti mailing list yang bisa memungkinkan banyak email spam dalam system exchange anda.

Macam-macam serangan terhadap keamanan infrastruktur jaringan :


Memaksa masuk dan kamus password
Serangan ini adalah upaya masuk ke dalam jaringan dengan menyerang database password atau menyerang login prompt yang sedang active. Serangan masuk paksa ini adalah suatu upaya untuk menemukan password dari account user dengan cara yang sistematis mencoba berbagai kombinasi angka, huruf, atau symbol. Sementara serangan dengan menggunakan metoda kamus password adalah upaya menemukan password dengan mencoba berbagai kemungkinan password yang biasa dipakai user secara umum dengan menggunakan daftar atau kamus password yang sudah di-definisikan sebelumnya.
Untuk mengatasi serangan keamanan jaringan dari jenis ini anda seharusnya mempunyai suatu policy tentang pemakaian password yang kuat diantaranya untuk tidak memakai password yang dekat dengan kita missal nama, nama anak, tanggal lahir dan sebagainya. Semakin panjang suatu password dan kombinasinya semakin sulit untuk diketemukan. Akan tetapi dengan waktu yang cukup, semua password dapat diketemukan dengan metoda brute force ini.
Denial of Services (DoS)
Deniel of Services (DoS) ini adalah salah satu ancaman keamanan jaringan yang membuat suatu layanan jaringan jadi mampet, serangan yang membuat jaringan anda tidak bisa diakses atau serangan yang membuat system anda tidak bisa memproses atau merespon terhadap traffic yang legitimasi atau permintaan layanan terhadap object dan resource jaringan. Bentuk umum dari serangan Denial of Services ini adalah dengan cara mengirim paket data dalam jumlah yang sangat bersar terhadap suatu server dimana server tersebut tidak bisa memproses semuanya. Bentuk lain dari serangan keamanan jaringan Denial of Services ini adalah memanfaatkan telah diketahuinya celah yang rentan dari suatu operating system, layanan”, atau applikasi”. Exploitasi terhadap celah atau titik lemah system ini bisa sering menyebabkan system crash atau pemakaian 100% CPU.
Tidak semua Denial of Services ini adalah merupakan akibat dari serangan keamanan jaringan. Error dalam coding suatu program bisa saja mengakibatkan kondisi yang disebut DoS ini.

Spoofing
Spoofing adalah seni untuk menjelma menjadi sesuatu yang lain. Spoofing attack terdiri dari IP address dan node source atau tujuan yang asli atau yang valid diganti dengan IP address atau node source atau tujuan yang lain.
Spamming
Spam yang umum dijabarkan sebagai email yang tak diundang ini, newsgroup, atau pesan diskusi forum. Spam bisa merupakan iklan dari vendor atau bisa berisi kuda Trojan. Spam pada umumnya bukan merupakan serangan keamanan jaringan akan tetapi hampir mirip DoS.
 Sniffer
Suatu serangan keamanan jaringan dalam bentuk Sniffer (atau dikenal sebagai snooping attack) merupakan kegiatan user perusak yang ingin mendapatkan informasi tentang jaringan atau traffic lewat jaringan tersebut. suatu Sniffer sering merupakan program penangkap paket yang bisa menduplikasikan isi paket yang lewat media jaringan kedalam file. Serangan Sniffer sering difokuskan pada koneksi awal antara client dan server untuk mendapatkan logon credensial, kunci rahasia, password dan lainnya.
Crackers
Ancaman keamanan jaringan Crackers adalah user perusak yang bermaksud menyerang suatu system atau seseorang. Cracker bisasanya termotivasi oleh ego, power, atau ingin mendapatkan pengakuan. Akibat dari kegiatan hacker bisa berupa pencurian (data, ide, dll), disable system, kompromi keamanan, opini negative public, kehilangan pasar saham, mengurangi keuntungan, dan kehilangan produktifitas. Dengan memahami ancaman keamanan jaringan ini, anda bisa lebih waspada dan mulai memanage jaringan anda dengan membuat nilai resiko keamanan jaringan dalam organisasi anda atau lazim disebut Risk Security Assessment.

Materi 4 : Evaluasi Keamanan Sintem Informasi

Evaluasi Keamanan Sistem Informasi


Meningkatnya ketergantungan organisasi pada sistem informasi sejalan dengan resiko yang mungkin timbul. Informasi menjadi suatu yang penting yang harus tetap tersedia dan dapat digunakan serta terjaga keberadaannya dari pihak yang tidak berwenang yang akan menggunakannya untuk kepentingan tertentu atau akan merusak informasi tersebut.
Informasi merupakan sebuah aset penting bagi organisasi yang perlu dilindungi dan diamankan. Keamanan informasi tidak bisa hanya disandarkan pada tools atau teknologi keamanan informasi, melainkan perlu adanya pemahaman dari organisasi tentang apa yang harus dilindungi dan menentukan secara tepat solusi yang dapat menangani permasalahan kebutuhan keamanan informasi.
Sebuah cara sistemik yang bisa dilakukan adalah melalui pendekatan evaluasi resiko keamanan informasi. Cara ini dilakukan untuk memperoleh nilai resiko yang dihadapi oleh organisasi terkait dengan aset informasi yang dimilikinya, kemudian menentukan strategi yang tepat dalam menangani resiko tersebut.
Salah satu metode untuk mengevaluasi resiko keamanan informasi adalah dengan menggunakan OCTAVE (Operationally Critical Threat, Asset, and Vulnerability Evaluation). OCTAVE dibangun berdasarkan pada 3 (tiga) fase, yaituBuild Asset-Based Threat Profile, Identify Infrastructure Vulnerabilities, dan Develop Security Strategy and Plan.

Untuk meng Evaluasi Keamanan Sistem Informasi, kita harus mengetahui beberapa faktor diantaranya :

Sumber Lubang Keamanan, Lubang keamanan (security hole) menurut Budi Raharjo (Dosen ITB) dapat disebabkan karena Salah Desain, Salah Implementasi, Salah Konfigurasi, dan Salah Penggunaan.
  • Salah Desain, Contoh sistem yang lemah desainnya adalah sistem enkripsi ROT13 dimana karakter pesan dan hasil enkripsi diubah dengan menggeser 13 karakter alphabet saja, Meski diimplementasi dengan pemrograman yang sangat teliti sekalipun jika orang mengetahui logika dan algoritma nya pasti enkripsi nya bisa ketahuan.
  • Salah Implementasi, banyak program dan sistem yang salah pengimplementasiannya disebabkan karena programer terburu-buru karena dikejar deadline dalam mengimplementasikan programnya jadi lupa ditest atau didebug. Contoh, programer tidak/lupa memfilter form input yang menyebabkan karakter-karakter khusus dapat masuk. Jika karakater khusus ini dibiarkan masuk maka hacker dapat merubah tampilan website melalui javascript atau script shell..! ini sangat berbahaya.
  • Salah Konfigurasi, Desain sempurna, Implementasi baik, namun konfigurasi salah! hancurlah sistem itu..Contoh, kesalahan konfigurasi permission / perizinan / Hak akses pada sistem UNIX misalnya dapat fatal, sebuah file/direktori yang menyimpan data password jika belum dikonfigurasi dan masih writeable bisa disalah gunakan oleh pemakai dan bisa diubah-ubah.
  • Salah Penggunaan, Jika semua sistem sudah baik maka tinggal disisi user saja sisanya. Sistem sebaik dan sesempurna mungkin akan sia-sia jika usernya tidak memahami. Contoh, seorang user salah memberi perintah karena ketidaktahuannya dan memformat hardisk komputer. Wah kaco banget dah.. gw sering banget nih, komputer dirumah sering banget erorr karena adek gw yang asal utak-atik, klik sana klik sini.. untungnya kaga pernah nyampe keformat paling-paling wordnya kaga bisa di buka terus sering hang.

Kedua, meng
evaluasi keamanan sistem informasi juga bisa kita gunakan dengan menggunakan tools penguji keamanan sistem. Untuk sistem yang basisnya UNIX ada bebrapa tools yaitu : Cops, Tripwire, Satan/Saint, SBScan : Localhost Secuty Scanner. Selain tools2 diatas ada juga tools2 yang dibuat hacker untuk kepentingannya. antara lain :
  • Crack : program ini dibuat untuk memcahkan password dengan cara Brute Force menggunakan kamus. jadi program ini mencoba mencocokkan password dengan kata dikamus. Karena itu jangan menggunakan password dengan kata yang ada di kamus.
  • Land / Latierra : program yang dibuat untuk membuat windows NT dan windows 95 hang.
  • Ping-o-Death : program ping yang dapat membuat crash windows 95 / NT dan beberapa versi UNIX
  • winuke : program untuk memacetkan sistem berbasis windows
  • dan banyak lagi tools-tools lain yang bisa didapetin gratis di internet
Probing, Service di internet umumnya menggunakan TCP atau UDP, dan setiap service menggunakan port yang berbeda, misalnya :
  • SMTP, Service untuk mengirim email pake protocol TCP dan dengan port 25
  • FTP, Service untuk tranfer file pake protocol TCP, dengan port 21
  • HTTP, Service untuk web server pake protocol TCP, dengan port 80
  • DNS, Service untuk domain pake protocol TCP dan UDP, dengan port 53
  • POP3, Service untuk mengambil email pake protocol TCP, dengan port 110
Untuk beberapa service yang menggunakan TCP probe dapat dilakukan menggunakan program telnet. dengan probing kita bisa mengetahui kegiatan apa saja yang ada di suatu server, jadi intinya probing adalah kegiatan mencari tahu suatu server memiliki kegiatan apa aja.. misalnya untuk mengetahui suatu server terdapat service SMTP kita gunakan telnet ke server dengan port 25

Materi 3 : Data Encryption Standar (DES) dan Has Function Data Encryption Standard (DES)

Sejarah DES


·        Algoritma DES dikembangkan di IBM dibawah kepemimpinan W.L. Tuchman pada tahun 1972.  Algoritma ini didasarkan pada algoritma LUCIFER yang dibuat oleh Horst Feistel.

·        Algoritma ini telah disetujui oleh National Bureau of Standard (NBS) setelah penilaian kekuatannya oleh National Security Agency (NSA) Amerika Serikat.


Tinjauan Umum


·        DES termasuk ke dalam sistem kriptografi simetri dan tergolong jenis cipher blok.

·        DES beroperasi pada ukuran blok 64 bit. DES mengenkripsikan 64 bit plainteks menjadi 64 bit cipherteks dengan menggunakan 56 bit kunci internal (internal key) atau upa-kunci (subkey). Kunci internal dibangkitkan dari kunci eksternal (external key) yang panjangnya 64 bit.

·        Skema global dari algoritma DES adalah sebagai berikut (lihat Gambar 1):
1.     Blok plainteks dipermutasi dengan matriks permutasi awal (initial permutation atau IP).
2.     Hasil permutasi awal kemudian di-enciphering- sebanyak 16 kali (16 putaran). Setiap putaran menggunakan kunci internal yang berbeda.
3.     Hasil enciphering kemudian dipermutasi dengan matriks permutasi balikan (invers initial permutation atau IP-1 ) menjadi blok cipherteks 

·        Di dalam proses enciphering, blok plainteks terbagi menjadi dua bagian, kiri (L) dan kanan (R), yang masing-masing panjangnya 32 bit. Kedua bagian ini masuk ke dalam 16 putaran DES.

·        Pada setiap putaran i, blok R merupakan masukan untuk fungsi transformasi yang disebut f. Pada fungsi f, blok R dikombinasikan dengan kunci internal Ki. Keluaran dai fungsi f di-XOR-kan dengan blok L untuk mendapatkan blok R yang baru. Sedangkan blok L yang baru langsung diambil dari blok R sebelumnya. Ini adalah satu putaran DES.

Secara matematis, satu putaran DES dinyatakan sebagai

          Li = Ri – 1
          Ri = Li – 1 Å f(Ri – 1, Ki)

Hash function adalah suatu fungsi yang berguna untuk mengkompresi/memperkecil sebuah string  yang panjang menjadi sebuah string yang lebih pendek. Dalam dunia kriptografi, hash function bukan merupakan suatu barang yang baru.  Merupakan salah satu cabang dalam kriptografi, hash function memiliki daya tarik tersendiri dikarenakan cukup banyak aplikasi yang menggunakan hash function dalam penerapannya. Hash function digunakan sebagai otentikasi, integritas dan digital signature, salah satu aplikasinya yaitu penggunaan password dalam aplikasi digital atau internet.

materi 2 : Steganografi, Kriptografi, dan Enkripsi

Steganografi adalah seni dan ilmu menulis pesan tersembunyi atau menyembunyikan pesan dengan suatu cara sehingga selain si pengirim dan si penerima, tidak ada seorangpun yang mengetahui atau menyadari bahwa ada suatu pesan rahasia. Sebaliknya, kriptografimenyamarkan arti dari suatu pesan, tapi tidak menyembunyikan bahwa ada suatu pesan. Kata "steganografi" berasal dari bahasa Yunanisteganos, yang artinya “tersembunyi atau terselubung”, dan graphein, “menulis”.
Kini, istilah steganografi termasuk penyembunyian data digital dalam berkas-berkas (filekomputer. Contohnya, si pengirim mulai dengan berkas gambar biasa, lalu mengatur warna setiap pixel ke-100 untuk menyesuaikan suatu huruf dalam alphabet (perubahannya begitu halus sehingga tidak ada seorangpun yang menyadarinya jika ia tidak benar-benar memperhatikannya).
Pada umumnya, pesan steganografi muncul dengan rupa lain seperti gambar, artikel, daftar belanjaan, atau pesan-pesan lainnya. Pesan yang tertulis ini merupakan tulisan yang menyelubungi atau menutupi. Contohnya, suatu pesan bisa disembunyikan dengan menggunakan tinta yang tidak terlihat di antara garis-garis yang kelihatan.
Teknik steganografi meliputi banyak sekali metode komunikasi untuk menyembunyikan pesan rahasia (teks atau gambar) di dalam berkas-berkas lain yang mengandung teks, image, bahkan audio tanpa menunjukkan ciri-ciri perubahan yang nyata atau terlihat dalam kualitas dan struktur dari berkas semula. Metode ini termasuk tinta yang tidak tampak, microdots, pengaturan kata, tanda tangan digital, jalur tersembunyi dan komunikasi spektrum lebar.
Tujuan dari steganografi adalah merahasiakan atau menyembunyikan keberadaan dari sebuah pesan tersembunyi atau sebuah informasi. Dalam prakteknya, kebanyakan pesan disembunyikan dengan membuat perubahan tipis terhadap data digital lain yang isinya tidak akan menarik perhatian dari penyerang potensial, sebagai contoh sebuah gambar yang terlihat tidak berbahaya. Perubahan ini bergantung pada kunci (sama pada kriptografi) dan pesan untuk disembunyikan. Orang yang menerima gambar kemudian dapat menyimpulkan informasi terselubung dengan cara mengganti kunci yang benar ke dalam algoritma yang digunakan.
Pada metode steganografi cara ini sangat berguna jika digunakan pada cara steganografi komputer karena banyak format berkas digital yang dapat dijadikan media untuk menyembunyikan pesan. Format yang biasa digunakan di antaranya:
§  Format image : bitmap (bmp), gif, pcx, jpeg, dll.
§  Format audio : wav, voc, mp3, dll.
§  Format lain : teks file, html, pdf, dll.
Kelebihan steganografi jika dibandingkan dengan kriptografi adalah pesan-pesannya tidak menarik perhatian orang lain. Pesan-pesan berkode dalam kriptografi yang tidak disembunyikan, walaupun tidak dapat dipecahkan, akan menimbulkan kecurigaan. Seringkali, steganografi dan kriptografi digunakan secara bersamaan untuk menjamin keamanan pesan rahasianya.
Sebuah pesan steganografi (plaintext), biasanya pertama-tama dienkripsikan dengan beberapa arti tradisional, yang menghasilkan ciphertext. Kemudian, covertext dimodifikasi dalam beberapa cara sehingga berisi ciphertext, yang menghasilkan stegotext. Contohnya, ukuran huruf, ukuran spasi, jenis huruf, atau karakteristik covertext lainnya dapat dimanipulasi untuk membawa pesan tersembunyi; hanya penerima (yang harus mengetahui teknik yang digunakan) dapat membuka pesan dan mendekripsikannya.

Kriptografi, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita [bruce Schneier - Applied Cryptography]. Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasiseperti kerahasiaan datakeabsahan dataintegritas data, serta autentikasi data [A. Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone - Handbook of Applied Cryptography]. Tidak semua aspek keamanan informasi ditangani oleh kriptografi.
Ada empat tujuan mendasar dari ilmu kriptografi ini yang juga merupakan aspek keamanan informasi yaitu :
§  Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas atau kunci rahasia untuk membuka/mengupas informasi yang telah disandi.
§  Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidak sah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.
§  Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi/pengenalan, baik secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain.
§  Non-repudiasi., atau nirpenyangkalan adalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat.


Enkripsi adalah proses mengacak data sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak lain. Pada kebanyakan proses enkripsi, Anda harus menyertakan kunci sehingga data yang dienkripsi dapat didekripsikan kembali. Ilmu yang mempelajari teknik enkripsi disebut kriptografi. Gambaran sederhana tentang enkripsi, misalnya mengganti huruf a dengan n, b dengan m dan seterusnya. Model penggantian huruf sebagai bentuk enkripsi sederhana ini sekarang tidak dipergunakan secara serius dalam penyembunyian data. ROT-13 adalah program yang masih suka dipergunakan. Intinya adalah mengubah huruf menjadi 23 huruf didepannya. Misalnya b menjadi o dan seterusnya. Pembahasan enkripsi akan terfokus pada enkripsi password dan enkripsi komunikasi data.

MATERI 1 : Keamanan Dan Manejemen Perusahaan Aspek /Service Security


Seringkali sulit untuk membujuk manajemen perusahaan atau pemilik sistem informasi untuk melakukan investasi di bidang keamanan. Di tahun 1997 majalah Information Week melakukan survey terhadap 1271 system atau network manager di Amerika Serikat. Hanya 22% yang menganggap keamanan sistem informasi sebagai komponen sangat penting(“extremely important”). Mereka lebih mementingkan “reducing cost” dan “improving competitiveness” meskipun perbaikan sistem informasi setelah dirusak justru dapat menelan biaya yang lebih banyak. Keamanan itu tidak dapat muncul demikian saja. Dia harus direncanakan. Ambil contoh berikut. Jika kita membangun sebuah rumah, maka pintu rumah kita harus dilengkapi dengan kunci pintu. Jika kita terlupa memasukkan kunci pintu pada budget perencanaan rumah, maka kita akan dikagetkan bahwa ternyata harus keluar dana untuk menjaga keamanan. Pengelolaan terhadap keamanan dapat dilihat dari sisi pengelolaan resiko (riskmanagement). Lawrie Brown dalam menyarankan menggunakan “Risk Management Model” untuk menghadapi ancaman (managing threats). Ada tiga komponen yang memberikan kontribusi kepada Risk, yaitu :
  1. Assets terdiri dari hardware, software, dokumnentasi, data, komunikasi, lingkungan dan manusia.
  2. Threats (ancaman) terdiri dari pemakai (users), teroris, kecelakaan, carakcers, penjahat, kriminal, nasib, (acts of God), intel luar negeri (foreign intellegence)
  3. Vulneribalities (kelemahan) terdiri dari software bugs, hardware bugs, radiasi, tapping, crostalk, cracker via telepon, storage media.
Untuk menanggulangi resiko (Risk) tersebut dilakukan apa yang disebut “countermeasures”. yang dapat berupa :
  • Mengurangi Threat, dengan menggunakan antivirus.
  • Mengurangi Vulnerability, dengan meningkatkan security atau menambah firewall.
  • Usaha untuk mengurangi impak (impact). yang ini kurang ngerti nih..klo ada yang tau komen di posting ini dong. :)
  • Mendeteksi kejadian yang tidak bersahabat (hostile event) misalnya pop up. jadi kita antisipasi dengan popup blocker. atau misalnya spyware kita atasi dengan antispyware.
  • Kembali (recover) dari kejadian, dengan system recovery atau tools-tools recovery lainnya.

Rabu, 06 Mei 2009

1. Join venture
  1. Symantec Corp. (Nasdaq: SYMC) dan Huawei Technologies Co., Ltd (Huawei) produk : Handpone
  2. PT Telkomsel dengan Globe Telecom produk telekomunikasi jaringan
  3. SHARP Corporation (SHARP) dan SONY Corporation (SONY) produk LCD TV
  4. PT Gigabyte dan ASUS produk Hardware
  5. Ford Motor Company dan Mazda produk otomotif (mobil)
  6. LG Group dan Royal Philips Electronics produk electronic (TV, Radio)
  7. Sony dan Ericsson produk Handphone
  8. Nokia dan Siemens AG produk Handphone
  9. Verizon Communications dan Vodafone produk Jasa internet
  10. CBS Corporation dan Time Warner produk intertaiment (television)
2. Alternative Join Venture
  1. One1mobile antara One1 dan Netalizer produk otomotif (mobil)
  2. Brewers Retail Inc. antara Inbev, Molson Coors dan Sapporo Breweries produk retail
  3. Bank DnB NORD antara DnB NOR dan NORD/LB produk perbankkan
  4. Equilon antara Texaco dan Royal Dutch Shell produk oli motor dan mobil
  5. Strategic Alliance antara Northwest Airlines dan KLM Royal Dutch Airlines produk jasa penerbangan.
  6. TNK-BP antara BP dan TNK (Tyumen Oil Co.) produk oli
  7. The Baseball Network antara ABC, NBC, dan Major League Baseball produk olahraga
  8. Balfour Beatty Skanska JV antara kontraktor kontruksi Balfour Beatty dan Skanska produk jasa kontraktor
  9. Shell-Mex and BP antara Royal Dutch Shell dan British Petroleum (1931-1975) produk oli
  10. perusahaan gabungan antara Warner Bros. Domestic Television dan Chris-Craft grup stasiun independen produk entertaiment (film)
3. International Licensing agreement
  1. PT KFC
  2. Softwert bill getts
  3. PT TEXAS Chiken
  4. Mc Donalds
  5. Wendy's
  6. Dounkin dounats
  7. Warner bros
  8. Adidas
  9. Nike
  10. Carrefour