Seringkali
sulit untuk membujuk manajemen perusahaan atau pemilik sistem informasi
untuk melakukan investasi di bidang keamanan. Di tahun 1997 majalah
Information Week melakukan survey terhadap 1271 system atau network
manager di Amerika Serikat. Hanya 22% yang menganggap keamanan sistem
informasi sebagai komponen sangat penting(“extremely important”). Mereka
lebih mementingkan “reducing cost” dan “improving competitiveness”
meskipun perbaikan sistem informasi setelah dirusak justru dapat menelan
biaya yang lebih banyak. Keamanan itu tidak dapat muncul demikian saja.
Dia harus direncanakan. Ambil contoh berikut. Jika kita membangun
sebuah rumah, maka pintu rumah kita harus dilengkapi dengan kunci pintu.
Jika kita terlupa memasukkan kunci pintu pada budget perencanaan rumah,
maka kita akan dikagetkan bahwa ternyata harus keluar dana untuk
menjaga keamanan. Pengelolaan terhadap keamanan dapat dilihat dari sisi
pengelolaan resiko (riskmanagement). Lawrie Brown dalam menyarankan
menggunakan “Risk Management Model” untuk menghadapi ancaman (managing
threats). Ada tiga komponen yang memberikan kontribusi kepada Risk,
yaitu :
- Assets terdiri dari hardware, software, dokumnentasi, data, komunikasi, lingkungan dan manusia.
- Threats (ancaman) terdiri dari pemakai (users), teroris, kecelakaan, carakcers, penjahat, kriminal, nasib, (acts of God), intel luar negeri (foreign intellegence)
- Vulneribalities (kelemahan) terdiri dari software bugs, hardware bugs, radiasi, tapping, crostalk, cracker via telepon, storage media.
Untuk menanggulangi resiko (Risk) tersebut dilakukan apa yang disebut “countermeasures”. yang dapat berupa :
- Mengurangi Threat, dengan menggunakan antivirus.
- Mengurangi Vulnerability, dengan meningkatkan security atau menambah firewall.
- Usaha untuk mengurangi impak (impact). yang ini kurang ngerti nih..klo ada yang tau komen di posting ini dong. :)
- Mendeteksi kejadian yang tidak bersahabat (hostile event) misalnya pop up. jadi kita antisipasi dengan popup blocker. atau misalnya spyware kita atasi dengan antispyware.
- Kembali (recover) dari kejadian, dengan system recovery atau tools-tools recovery lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar